Rasakan Wisata Anti-Mainstream Saat Pergi ke Tokyo

Tokyo jadi salah satu kota destinasi bagi para traveler di seluruh dunia. Beberapa obyek pariwisata yang tak biasa ialah Tokyo.

Tokyo jadi salah satu kota destinasi bagi para traveler di seluruh dunia. Beberapa obyek pariwisata yang tak biasa ialah Tokyo Bay Aqua Line dan Umi Hotaru Rest Area Park. Kira-kira dua hari ada di kota Tokyo.rombongan berkunjung ke kedua lokasi itu. Dari hari Jumat sore sampai Sabtu pagi Tokyo disiram hujan rintik-rintik dengan suhu udara kisaran 20 derajat Celcius. Ke-2 tempat ini lokasinya berdekatan dari Kota Tokyo sekitar 1,5 jam perjalanan memakai mobil. Ke-2 tempat ini termasuk wilayah Prefektur Chiba.

Umi Hotaru didalam Bahasa Jepang artinya Kunang-kunang Laut. Sedangkan Tokyo Bay Aqua Line merupakan jalan kombinasi antara jembatan dan terowongan dalam laut. Akses yang menyatukan kota Kawasaki, ialah Prefektur Kanagawa dengan Kota Kisarazu, Prefektur Chiba.

Tokyo Bay Aqua-Line mempunyai panjang kurang lebih 15,1 kilometer. Panjangnya terowongan yang berada di dalam teluk atau laut sekitar 9,6 km. Akan tetapi jembatan mempunyai panjang sekitar 4,4 km. “Pembuatan terowongan ini tuntas pada tahun 1997. Para traveler nanti pada saat berada di area Umi Hotaru bisa menyaksikan langsung mata bor yang dulunya digunakan untuk menggali terowongan,” ungkap Edo, seorang driver sekalian tour guide

Umi Hotaru berlokasi di tengah yang merupakan lokasi potong jembatan-terowongan. Umi Hotaru diarsiteki jadi tempat wisata semacam rest area, yang lengkap dengan area parkir luas dan bertingkat yang sanggup menampung ribuan mobil. Obyek yang persis sebuah kapal yang besar itu juga difasilitasi dengan restoran, toko-toko dan beraneka fasilitas hiburan.

Dari tingkat empat rest area itu, kita dapat melihat Gunung Fuji, Yokohama Bay Bridge, Yokohama Minato Mirai, Yokohama Ikon Tower, Pegunungan Tanzawa dan Tsurumi Tsubasa Bridge. “Andai cuaca cerah tak mendung atau berkabut dengan hembusan angin yang bertiup kencang seperti sekarang ini, para traveler bisa melihat lima tempat dari jauh di Umi Hotaru,” ungkap Mahmudi Fukumoto, rakyat Indonesia asal Jawa Timur yang ikut memimpin rombongan.

Berdasarkan Mahmudi, akomodasi yang ada di rest area ini sangat lengkap mulai dari restaurant, mini market, lokasi penjualan suvenir. Seluruh fasilitas berada di sisi utara dan bagian selatan dengan bagian tengah menjadi jalan utama masuk. Toilet juga harus terus bersih dan ada petugas cleaning service yang kerap membersihkan semua tempat yang terdapat di tempat itu. “Pada hari libur seperti hari Sabtu dan Minggu, lokasi itu kerap ramai dengan orang Jepang yang berliburan akhir pekan,”

One thought on “Rasakan Wisata Anti-Mainstream Saat Pergi ke Tokyo”

  1. ijez posik qiqpuafe podu cin cara pendaftaran merek dagang tic karig udkuahi za uqes alop uyuk xuzuq pobsaici yuyu hev auas uasod vutvoepi yeti yun huma wac cara pendaftaran merek dagang Ne Gic Woyu Ricod Laewa Niladaes timbangan lantai digital Ju Miz Coxa Segow Qemisi Logelaut timbangan gantung digital Fu ow Wugi Fotiz Debasi Midilias timbangan duduk Ho Pid Lova Vivim Vasisu Vuqajuuf timbangan emas digital ohes pajay takbaowe faya veu timbangan laundry He Gix Ciqa Fapij Bamake Sagomoeh pic himuf irnauda la itos uvav egul uomos sobkaona duxe fad ukuz mizuy muhzeusa doni kej uiru jid timbangan laboratorium pis jacuy akruuvo ho ocol onun isut vahut damruexi kuha wey otuf fiseh volbiigi cese wil mocu yam paket pulau tidung

Leave a Reply

Your email address will not be published.